Selasa, 24 Maret 2020

Resensi : Belajar sambil bermain, siapa takut ?

Judul : Kumpulan Permainan untuk Pembelajaran Menyenangkan 
Penulis : Aries Eka Prasetya 
Penerbit : Embrio Publisher 
Cetakan : Pertama, November 2019 
Tebal : 150 Halaman 

ISBN : 978-623-7143-76-9. 

Belajar memang harus menyentuh kebiasaan peserta didik. Dengan kata lain pembelajaran yang kita lakukan harus melibatkan aspek psikologis anak bukan sekedar transfer Knowledge saja. Permainan dalam pembelajaran penting dilakukan agar pembelajaran menjadi menyenangkan. 
belajar sambi belajar
Suasana yang menyenangkan akan membawa hati dan pikiran peserta didik dalam kendali kita. Namun sebaliknya apabila peserta didik tidak merasa nyaman dengan proses pembelajaran yang kita lakukan hasilnya bisa kita rasakan sendiri. Kelas menjadi gersang tak ada gairah.
Rasanya hambar. Tak ada ikatan emosi antara guru dan murid. Hubungan psikologis tidak terjalin, siswa dan guru hanyan sekedar hadir dikelas tanpa makna. Bila ini terjadi maka transfer Knowledge tidak akan terjadi secara maksimal karena komunikasi dua arah menjadi putus antara guru dan peserta didik.

Pembelajaran akan menjadi sangat membosankan apabila tidak ada kreativitas dari guru dalam mengemas pembelajaran di kelas.
Walaupun banyak faktor yang mempengaruhi namun suasana pembelajaran akan menentukan hubungan batin antara guru dan peserta didik. 

Buku kumpulan permainan untuk pembelajaran menyenangkan hadir mengatasi hal-hal tersebut di atas serta menambah referensi khazanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan serta menjadi solusi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. 

Buku ini merupakan karya Aries Eka Prasetya seorang trainer inovator dalam pembelajaran serta founder samisanov (satu Minggu satu inovasi) sebuah kanal pelatihan Ikatan Guru Indonesia. 

Buku ini berisi berbagai macam permainan yang bisa di terapkan dalam pembelajaran kita di sekolah. Dengan penyajian tidak bertele-tele dalam mengupas tuntas beragam permainan dalam pembelajaran menambah keistimewaan buku yang terlalu tebal ini. Hal yang perlu dicermati oleh pembaca bahwa buku ini tidak spesifik mengelompokkan secara khusus jenis permainan berdasarkan tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin namun secara umum buku ini layak menjadi buku bacaan wajib oleh guru Indonesia. 

Guru dapat meracik permainan yang ada dalam buku ini untuk dimasukkan pada skenario pembelajaran. Permainan bisa ditaruh di awal untuk menarik minat peserta didik ataupun di tengah pembelajaran saat peserta didik mulai bosan dan lelah. Tapi juga bisa di akhir pembelajaran untuk memberi respon atau rangsangan peserta didik dalam menyimpulkan atau mengevaluasi pembelajaran. 

Memang tak semudah membalik telapak tangan dalam meramu pembelajaran yang yang di dalamnya ada atau banyak permainan. Penyesuaian tema atau materi pembelajaran dengan permainan yang dipilih perlu selektif dan sinkron. Permainan yang digunakan tidak boleh lepas dari tema pembelajaran yang diajarkan. Begitu juga sebaliknya pembelajaran tidak semuanya diisi dengan permainan saja agar esensi pembelajaran tidak berkurang oleh permainan yang dilakukan. 

Pemilihan permainan penting dilakukan untuk menyesuaikan kondisi dan situasi dalam pembelajaran. Karena permainan sebagai sarana menyampaikan pesan pembelajaran pada peserta didik agar lebih efektif dan efisien. 

Penulis meramu setiap permainan yang ada dalam buku secara jelas. Walau tidak mengelompok per bab tapi urutan dan tahapan melakukan permainan diulas tuntas. Kerangka penulisan sangat komunikatif. Dimulai dari judul, deskripsi permainan, tujuan permainan, alat dan bahan yang digunakan, cara membuat permainan, aturan permainan, langkah-langkah permainan, soal yang harus dikerjakan serta kesimpulan atau hikmah dari permainan dijabarkan lengkap dan tersusun rapi. Penulis sepertinya ingin pola pikir yang terbentuk sebagai efek atau dampak setiap permainan menghasilkan struktur pemikiran terkelola dengan baik. 

Permainan dalam buku ini menitikberatkan pada soft skill peserta didik. Tidak banyak terkait langsung dengan materi pelajaran. Namun kita sebagai guru harus kreatif memodifikasi permainan yang dipilih agar dapat menambah pemahaman materi pelajaran yang diajarkan bukan hanya main-main saja. 

Tak ada gading yang tak retak. Termasuk pada buku hebat ini. Seluruh gambar yang disajikan untuk menggambarkan proses permainan dalam buku ini dibuat dalam bentuk gambar hitam putih. Hal ini membuat mata kurang nyaman dalam membacanya. Walaupun dengan pertimbangan harga buku akan bertambah bila dibuat berwarna tapi menambah kesempurnaan buku kreatif ini. Hal lain yang belum ada dalam buku karya pak Aries Eka Prastya adalah belum adanya referensi atau daftar pustaka untuk melengkapi syarat sebuah buku. Dengan sedikit kekurangan, buku ini Insyaallah menginspirasi guru-guru Indonesia. Amin,

0 komentar:

Posting Komentar